Catatan ini kutulis usai bangun tidur dan tiba – tiba teringat bahwa hari ini ada satu anugerah yang sering kuterima dan hanya kuambil saja tanpa memikirkan banyak hal besar yang terjadi dalam hidupku. Sebuah anugerah yang kuterima yang kadang kulupa mengucap syukur. Sebuah anugerah yang hanya kuterima sejak masih bayi dan lupa bahwa hidupku ternyata begitu tipis antara hidup dan mati dalam anugerah yang kuterima tiap hari tanpa pernah sadar bahwa ini adalah sebuah anugerah dan hari ini, usai mengalami kesulitan dan usai berdoa menenangkan diri, aku baru bisa menerima anugerah ini. Anugerah yang kumaksud adalah T-I-D-U-R.
Tidur sebagaimana dikatakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; Balai Pustaka sebagai “. Kata kerja yang menggambarkan keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dengan memejamkan mata)”. Selain itu juga ada beberapa definisi lainnya dari kamus online seperti Free Online Dictionary yang kuterjemahkan menjadi “ Keadaan periodik alami dari pikiran dan tubuh yang mana saat itu mata tertutup dan kesadaran menghilang secara keseluruhan ataupun sebagian, sehingga terjadi penurunan gerakan tubuh dan respon terhadap ransangan dari luar. Selama tidur, otak manusia dan hewan lainnya mengalami sebuah siklus aktivitas otak yang khas termasuk di dalamnya terjadi interval mimpi”. Selain itu Kamus ini juga menggambarkannya sebagai periode sebuah bentuk istirahat, ataupun keadaan ketidakaktifan tubuh yang mirip dengan tidur seperti ketidaksadaran, hibernasi, pingsan, koma, bahkan kematian.
Aku bukan sedang membuat ceramah tentang tidur, tapi karena hari ini aku benar – benar mengalami kegagalan sistem tubuh sejak kemarin untuk tidur hingga jam 12 siang tadi berhasil untuk tidur, dan dalam kepayahanku untuk mencoba tidur, aku teringat untuk berdoa dan ternyata sangat ampuh untuk membuatku relaks dan langsung tertidur tak berapa lama sejak bilang kata “Amin”. Aku memutuskan untuk membuat tulisan ini.
Jangan tanya lagi tentang metode apa saja yang sudah pernah kucoba untuk membuat tubuhku beristirahat, mulai dari bertemu dokter beberapa kali untuk berkonsultasi, mulai dari dimulai dengan terapi ‘kotak pikiran’ hingga minum susu, cokelat dan mandi air hangat de el el, belum termasuk obat – obat yang pernah kukonsumsi. Bahkan tadi malam ternyata tubuhku sudah mulai menentang resistensi anggur merah yang biasanya cukup 1 gelas dan membuatku relaks dan pulas sudah mulai tak mempan. Teryata hingga 2 gelas besar, tak mampu juga. Belum termasuk kata psikologku yang yang sering kukunjungi yang bilang bahwa semuanya itu ada di otakku dan aku harus bisa memerlakukan otakku dengan lembut karena ia mirip dengan anak tiga tahun yang suka ogah – ogahan melakukan perintahku.
Catatan ini mungkin catatan yang tak ada ujung pangkalnya, tumpang – tindih. Tapi aku hanya ingin bilang, nikmati dan mengucap syukurlah untuk anugerah yang bisa anda dapatkan dengan mudah hari ini. Kalau anda bukan orang yang sulit untuk tidur, bersukacitalah. Karena anugerah itu sejak 2002 bukan lagi sesuatu yang mudah kudapatkan dalam hidup, sesuatu yang mahal. Sehingga orang rumahku plus teman – teman serumahku di Canberra tahu bahwa salah satu saat di mana aku paling enggan diganggu adalah di saat tidur dan makan. Sesuatu yang sangat berharga bagiku.
Ada banyak orang di dunia yang mempunyai banyak gangguan tidur, mulai dari yang sulit tidur sepertiku khususnya yang berkaitan dengan ransang cahaya pada tubuh, mulai dari yang berjalan sambil tidur (sahabat temanku di Canberra bahkan meninggal bersama pasangannya karena gangguan ini) dan kasus – kasus lainnya yang bisa dilihat di laporan kasus – kasus medis.
Tidur juga banyak terekam dalam berbagai kisah di dunia, mulai dari jaman penciptaan misalnya saja dalam kitab suci umat Kristen tentang penciptaan Hawa saat Adam tertidur, ataukah para malaikat yang membagikan berkat Tuhan kala kita tertidur, hingga dongeng seperti Sleeping Beauty. Tidur merupakan sebuah subtansi dalam siklus hidup manusia.
Kembali ke bagian awal catatan ini, aku toh bilang bahwa tidur adalah anugerah dari Tuhan yang kadang kita hanya take it for granted alias ambil cuma – cuma dan lupa mengucap syukur kepada Tuhan tentang anugerah ini. Aku tak akan berpanjang lebar menjelaskan tentang apa saja yang terjadi dalam tubuh kita., tentang sel – sel yang beristirahat, tentang sel – sel baru yang merevitalisasi sel – sel yang rusak dll. Tapi aku tahu pasti dan percaya bahwa tidur adalah anugerah cuma – cuma yang diterima sejak kita bayi. Sebuah aktivitas alami tubuh yang diterima sejak lahir, selain bernafas, terjaga, menangis, minum, berkemih dan buang air besar (pada kalimat ini anda berhak mendebatku).
Aku bilang tidur adalah anugerah karena perbedaannya dengan kematian begitu tipis. Yang membedakan anda sedang tertidur dan meninggal adalah kesempatan untuk bangun kembali dan merasakan kehidupan, untuk membuka mata dan bernafas dengan lega.
Ada banyak cerita yang kudengar tentang orang – orang yang kehilangan anggota keluarga ataupun mereka yang terkasih saat orang – orang yang terkasih mereka tertidur. Ada banyak cerita bila anda hendak menelusurinya, karena aku masih ingat dengan jelas bagaimana tetangga di kompleks rumahku yang sempat stress karena kehilangan bayinya yang berumur 1 tahun lebih yang meninggal dalam tidur siang.
Batas antara tidur dan kematian begitu tipis.
Bila hari ini anda bisa menikmati tidur dengan nyaman dan relaks, tanpa hambatan, mengucap syukurlah.
Bila hari ini anda bisa menikmatinya dengan mudah dan murah, mengucap syukurlah.
Bila hari ini anda masih bisa bangun tidur dan bangkit berjalan, mengucap syukurlah.
Bila hari ini anda masih bisa tidur dengan mimpi indah, mengucap syukurlah.
Nikmati dan mengucap syukurlah, karena toh Tuhan masih meminjamkan nafas di dalam tubuh anda sehingga batas antara tidur dan mati masih jelas di dalam hidup anda.
Tidur, sebuah anugerah cuma – cuma dari Tuhan.
Aku percaya.
Bagaimana dengan anda...??
By... Mobal@n-Jr
Anugerah yang Terlupakan
·
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Stats
Label
- Cerita Mop/lucu (5)
- Cerita Rakyat (2)
- Puisi (3)
- Renungan (2)
Buku Tamu
Profil
- JHONER MOBAL@N
- Situs ini didedikasikan bagi para pengagum cinta, cinta pada tanah kelahiran, cinta kepada asal, cinta kepada tempat bekerja, cinta kepada kenangan dan cinta kepada harapan akan hari esok yang lebih baik, semua itu akan membawa kita kepada cinta terhadap Dia, yang menciptakan Tanah Sejuta Pesona, Tanah Penuh Harapan dan air mata, Tanah Papua...


0 komentar:
Posting Komentar